Beranda > Islamic Thought > Menumbuhkan Kesalehan Universal di Bulan Ramadhan

Menumbuhkan Kesalehan Universal di Bulan Ramadhan


Oleh: Irfa F. Rizal

Bagi umat islam, Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Adalah sebuah nikmat tersendiri dapat menikmati bulan puasa ini. Hampir sebulan sudah umat islam melalui bulan Ramadhan dengan amalan-amalan. Dikatakan bulan puasa karena pada sebulan ini umat islam di perintahkan untuk berpuasa. Puasa yang diperintahkan pada bulan ini adalah wajib hukumnya bagi muslimin. Keutamaan bulan Ramadhan juga terkait dengan dianjurkannya memperbanyak kebajikan dengan memperbanyak ibadah dan amal salih. Berbagai macam ibadah dan amal salih pada bulan ini dijanjikan oleh Tuhan akan diberikan balasan yang lebih. Begitu pula melalui firman Tuhan dan sabda utusa-Nya banyak menyebukan keutamaan berdo’a pada bulan ini.

Beramal Salih di Bulan Ramadhan
Pada bulan Ramadhan kita sebagai umat islam agar meningkatkan ketaatan pada Tuhan. Artinya pada bulan ini, merupakan momen peningkatan berbagai macam hal yang memiliki nilai transenden. Namun tidak saja berhenti pada anjuran ibadah an sich yang sangat formalistik, tapi juga bersifat amalan. Anjuran memperbanyak amal salih tersebut menunjukkan bahwa dalam memperbaiki diri tidak hanya berkaitan dengan hubungan tunggal pada Tuhan. Namun keimanan pada Tuhan juga seharusnya diimplemanetasikan secara tindakan kebajikan yang dapat dirasakan oleh manusia lainya. Misalnya hadits yang mengatakan tingginya pahala bagi orang yang memberi buka pada orang lain yang berpuasa. Bahkan disebutkan ganjaranya (orang yang memberi buka puasa) seperti orang berpuasa itu.

Amal salih secara sederhana adalah tindakan kebaikan. Banyak hal yang dimunculkan pada “momen” Ramadhan ini tiap tahunnya. Mulai dari kegiatan yang bersifat pribadi maupun pengadaan kegiatan kolektif. Tradisi tiap Ramadhan pada berbagai daerah di Indonesia, khususnya pada wilayah yang mayoritas beragama muslim pun berbeda-beda. Di Yogyakarta misalnya, berbagai organisasi berlomba-lomba menjadi organizer mengaadakan event yang bernuansa islami atau yang dibutuhkan masyarakat muslim. Sebagai usaha menyemarakkan bulan Ramadhan, diadakan mulai dari berbuka bareng dengan anak yatim piatu, berbagai macam kajian (dari fikih sampai aqidah dsb), bahkan ada pula yang mengadakan pelatihan menulis dan penyiar radio.

Menumbuhkan Amalan Universal
Sayangnya pada kesempatan yang mulia ini, di bulan Ramadhan yang merupakan nikmat tersendiri bagi seorang muslim, sebagian besar orang Islam masih hanya melaksanakan amalan dan kegiatan yang sangat eksklusif. Memang hal yang sangat baik berbagai event pengajian, shalat berjamaah, dan berbagai macam hal yang berkaitan dengan mempererat hubungan dengan sang pencipta. Perintah untuk hablu minnAllah, hablu minnanas (arti: hubungan dengan Allah, hubungan dengan manusia) diimplementasikan juga pada amalan yang berkaitan dengan relasi manusia. Namun, keeksklusifan tampak ketika hampir semua kegiatan ditujukan pada mereka yang beragama islam. Bahkan sense kemanusiaan yang dimiliki dengan diselenggarakanya berbagai macam bakti sosial masih terpaku pada muslim semata. Tidak sedikit yang ditujukan pada golonganya sendiri. Jika dalam beramal selalu saja mementingkan golongannya maka itu jauh dari nilai keislaman.

Jangankan orientasi amal yang hanya diperuntukkan pada kelompoknya, jika umat Islam memahami makna islam ramatan lil ‘alamin, dalam beramal sosial tidak perlu seorang muslim membeda-membedakan seseorang dengan orang lainya, sekalipun berbeda agama. Islam merupakan rahmat bagi semesta alam, sungguh tampak dalam nilai-nilai yang diajarkan. Jika hal itu dipahami seharunya amal perbuatan seorang muslim dapat dirasakan manfaatnya oleh semua manusia. Hal ini menjadi semakin penting, melihat multikulturalitas yang terdapat di Indonesia.

Sebagaimana Islam yang rahmatan lil ‘alamin, bulan Ramadhan ini tentu seharusnya senafas seirama dengan hal itu. Semangat beramal tidak pada ibadah an sich semata. Pada bulan ini dijadikan momen meningkatkan amal salih universal. Menebar kemanfaatan bagi manusia semesta alam.

Keberkahan Ramadhan Untuk Semua
Maka menebar keberkahan di Ramadhan merupakan menjadi pilihan yang utama. Sehingga “Ramadhan bulan berkah” tidak menjadi jargon semata. Karena memang dirasakan oleh khalayak ramai. Seorang muslim tidak perlu pergi jauh untuk menebar kebajikan mencari muslim lainya. Padahal di lingkunganya banyak umat yang membutukan kebajikanya walau berbeda kelompok, bahkan berbeda agama.

Terdapat kesalahan paradigma dalam masyarakat dalam memahami bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan hanya dijadikan momen sesaat untuk ibadah dan beramal salih. Sehingga berlomba-lomba membersihkan tempat ibadah dan mempersiapkan berbagai macam kegiatan menjelang bulan suci ini. Kemudian hilang entah kemana aktivitas ibadah dan turunnya semangat amal shalih usai Ramadhan. Ramadhan sebenarnya hanya dijadikan pemantik untuk hamba Tuhan meningkatkan dirinya. Agar dapat menjadi diri yang salih serta pada bulan-bulan selanjutnya dapat bertahan.

Sebagaimana kita menjadikan Ramadhan sebagai stimulus meningkatkan keimanan pada Tuhan semesta alam. Mari kita jadikan pula Ramadhan ini menjadi peningkatan aktivitas yang berdasar kemanusiaan universal. Setelah usai bulan Ramadhan kita telah terbiasa pada amal universal. Kemudian terus memberikan keberkahan, ditengah kondisi bangsa yang sedang krisis kemanusiaan universal ini.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: