Beranda > Konsultasi, Konsultasi Remaja > KARENA “KECELAKAAN”: APAKAH AKU MASIH MEMILIKI MASA DEPAN YANG CERAH?

KARENA “KECELAKAAN”: APAKAH AKU MASIH MEMILIKI MASA DEPAN YANG CERAH?


Rubrik Konsultasi ini diasuh oleh: Irfa Fahd Rizal

Diterbitkan dalam Majalah Kuntum


Pertanyaan :

Assalamu’alaikum wr. wb.

Aku N di Jogja, aku kelas 10 SMA. Aku terkena kecelakaan yang tak aku inginkan. Pasti kak LaPSI tau kan apa yang sedang terjadi sama diriku? Aku merasa malu, kecewa, putus asa!

Batapa kecewanya aku disaat aku ingin memperbaiki diriku dengan cara sekolah dan ingin bikin orang tua bahagia. Tapi tak bisa aku jalani, tidak sampai satu tahun aku duduk di SMA! Ingin kejar cita-cita dan menjadi kebanggaan orang tua.

Aku anak perempuan satu-satunya, kakakku cowok dan adikku cowok. Aku anak cewek yang diidamkan Bapakku, anak tersayang. Tapi aku sudah mengecewakan orang tuaku. Gagal semua apa yang aku inginkan. Apakah aku tak mempunyai masa depan yang cerah? Remajaku hilang sia-sia?

Tapi aku disaat terkena musibah akan mengambil hikmah di balik musibah aku ini. Walaupun keluargaku malu pada tetangga! Aku tetap akan memberi semangat mereka, yang telah membesarkanku! Walaupun aku tak ingin berkeluarga. Aku akan membuka lembaran baru dengan anak yang tak berdosa! Apa yang harus aku lakukan kak??

N, Jogjakarta

Jawaban :

Wa’alaikum salam wr. wb.

Dik N yang begitu tabah dan besar hati menghadapi cobaan, kakak salut dengan kekuatan dik N dalam menghadapi hingga saat ini.

Memang kondisi dik N merupakan kondisi yang sulit, baik diri dik N sendiri, hubungan dengan keluarga khususnya kedua orang tua, hubungan dengan teman-teman kini semuanya berbeda. Kemudian ditambah lagi dengan masyarakat maupun lingkungan yang kini memiliki pandangan negatif karena peristiwa itu. Secara umum bisa dikatakan semuanya menjadi tidak nyaman bagi dik N.

Namun apa itu semua berarti dunia telah berakhir? hari esok tak lagi cerah? masa depan yang tidak baik? Itu menjadi lain hal, jika dik N benar-benar mau menghadapi dengan kebaikan.

Nah, sebelum dilanjutkan, ada hal yang kak LaPSI ingin tekankan. Hal yang pertama, dan bisa jadi merupakan sesuatu yang utama dalam hal ini, yaitu: taubat. Mungkin ini terkesan biasa, namun kakak juga perlu menekankan. Hal ini amat sangat penting karena ketika dik N benar-benar sudah taubat nasuha (:dengan sungguh-sungguh menyesali dan berjanji sungguh-sungguh tidak akan mengulangi), paling tidak itu sebagai kondisi dik N tetap beri’tikad kembali pada Allah SWT, dan dik N lah yang mengetahui kesungguhan hati dik N.

Selanjutnya bagaimana masa depan dik N? Kesungguhan upaya dik N untuk mendapatkan hal-hal yang baik di masa depan tentunya dapat dik N buktikan sendiri kelak.

Lembaran baru masih ada untuk dik N memulainya lagi, bahwa kebaikan dan kebesaran hati dik N haruslah dijadikan modal untuk melangkah ke depan, untuk melihat masa depan, bukan saja untuk memperjuangkan dik N sendiri namun juga untuk memperjuangkan orang-orang yang hingga saat ini senantiasa menyayangi dik N.

Selain itu, kakak juga melihat dik N, yang mengatakan mau mengambil hikmah dari sesuatu serta tetap berkeinginan membanggakan orang tua adalah hal yang sangat positif. Hal itu merupakan kondisi yang harus dijaga.

Selanjutnya keputusan-keputusan dik N juga harus memperhatikan berapa hal, dalam memutuskan seuatu dik N cobalah dilihat kebaikannya untuk masa mendatang juga, selain baik buat dik N, apakah baik juga untuk anak yang sekarang dalam kandungan? Apakah keputusan untuk tidak berkeluarga (menikah) baik untuk anak juga? Apakah itu yang tebaik bagi keluarga dik N sekarang? Yah, dan sekarang tataplah ke depan! Persiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk masa mendatang. Ingat yang sekarang dik N lakukan tidak hanya untuk masa depan dik N saja, namun juga masa depan keluarga dik N kini, khususnya juga merupakan masa depan anak yang sekarang dikandung dik N juga. Oh ya, dik, mungkin ada baiknya mulai sekarang lebih memperhatikan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan dapat dik N lakukan untuk mengetahui kondisi dik N, beserta kandunganya.

Semoga hal-hal di atas dapat membantu dik N, serta para pembaca dapat menjadikannya sebagai inspirasi dan pelajaran yang berharga. Jika membutuhkan tenaga profesional untuk hal yang masih perlu dikonsultasikan, dik N dapat menghubungi konselor ahli, di salah satu lembaga-lembaga psikologi di Yogyakarta. Biasanya Fakultas Psikologi dimanapun memiliki semacam klinik psikologi. Sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana, maka senantisalah mendekat pada-Nya, dan ambillah pelajaran berharga dari-Nya.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Irfa Fahd Rizal

(Divisi Konsultasi LaPSI)

Bagi pembaca, dapat pula sharing maupun memberikan masukan (komentar/ tanggapan/saran) untuk kasus diatas.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: