Beranda > Logika > PROBLEM SOLVING

PROBLEM SOLVING


PROBLEM SOLVING

v Pendahuluan

Semua orang hidup di dunia ini tentunya pasti memiliki atau bahkan selalu mendapatkan masalah. Masalah tersebut muncul disebabkan karena sesuatu hal yang tidak sesuai dengan yang difikirkan. Atau dengan kata lain realitas yang tidak sesuai dengan idealitas.

Dalam menghadapi permasalahan, setiap orang menyelesaikannya dengan berbagai cara. Misalnya saja ketika seseorang dalam suatu saat ban motornya terjebak bocor yang berjarak sekitar 7 km dari rumahnya namun kebetulan ia tidak membawa uang dan kebetulan tidak membawa ponsel. Sebagian orang mungkin merasa panik akan hal itu, dan kemudian menangis. Sebagian lagi mungkin akan menaiki motor dengan ban bocornya sampai rumah, ataupun menuntun sampai rumah. Namun ada juga yang mencari tambal ban terdekat dan langsung mengatakan tentang kondisinya yang tidak membawa uang, dan sebagai jaminan meninggalkan STNK atau surat penting lainnya kemudian pulang dengan kendaraan yang dapat dikendarai secara normal.

Contoh di atas merupakan salah satu dari contoh masalah dan cara seorang individu alam memecahkannya. Bagaimana dengan anda akankah anda senantiasa kebingungan dalam masalah???

v Macam Berfikir Rasional

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]&gt; SHAPE \* MERGEFORMAT &lt;![endif]–>

Venn Diagram<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]&gt; &lt;![endif]–>

Ø Berpikir Logis

Syllogisme; susunan pikir.

Proposisi; pernyataan yg mengandung makna.

Premis; pernyataan yg mengandung informasi/fakta.

Konklusi; kesimpulan (valid/invalid)

Ø Berpikir Dialektis

Ø Taksonomis

Ada 3 domain/ranah:

1. Ranah Kognitif; kesadaran mengetahui akan sst.

2. Ranah Afektif; perasaan/emosi.

3. Psikomotorik; dorongan/motivasi

Ø Simbol

Sumballein” = dua hal luluh menjadi satu.

Simbol; pemahaman atas makna melalui interpretasi (penafsiran).

Simbol: dibedakan menjadi 2 yaitu; primer dan sekunder.

Simbol primer; tindakan simbolik:

1. Bermakna istimewa;2. momen ttt;3.implikatif; 4. totalitas.

2. Simbol sekunder: bahasa,seni,mitos,dll

Ø Intuisi

Pengetahuan yg bersifat segera (Immediately knowledge)

Karakteristik intuisi:

1. cepat/spontan/tdk direncanakan

2. transparan/jernih

3. durasi waktu

4. akumulasi pengalaman

Dalil Etis Imanuel Kant

“Dalam diri setiap manusia ada dua kecenderungan yg bersifat niscaya, yaitu keinginan utk hdp bahagia (happiness) dan berbuat baik. Kedua kecenderungan itu akan dpt terwujud dlm kehidupan manusia apabila dijamin oleh 3 postulat, yaitu kebebasan kehendak (freewill), keabadian jiwa (immortality), dan Tuhan (God) sebagai penjamin hukum moral (Law Giver)”.

Kategori:Logika Tag:
  1. Desember 23, 2008 pukul 10:55 pm

    Yah itu teori2 logikanya, menurutku penyelesaian masalah itu bukanlah ilmu, tetapi seni!!!!!!!!!!

    tapi aku bingung juga sama Etikanya Kant (Idealisme), dia mendasarkan seluruhnya pada hati nurani….tapi bukankah kita tak dapat membedakan antara hati nurani, bisikan syaitan, dan ke ‘aku’ an kita sendiri!!!!!!! dan itu yang menjadi kritikan tajam untuk aliran Idealisme. (Tak kira tadi pakai yang noumene-phenomena nya Kant)

    Yah, pokoknya berpikir secara Islam aja lah, pakai epistemologi islam, pasti problem solvingnya juga Islami, tidak harus baik (secara normatif) tetapi problem solving adalah kebenaran (meskipun diaktakan jelek secara normatif – ne pmbahasan etik lho, filsafat moral)

    Yang harus kita dahulukan yah”
    1. Tauhid
    2. Logika
    3. Etika (bukan secara normatif lho-seperti baik kita sekarang- sopan santun,dll.- bukan!!!!!! —- coba baca2 buku tentang filsafat moral dan aliran2nya)

    Wassalam.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: