Beranda > Persepsi > Persepsi Menentukan Hidupmu

Persepsi Menentukan Hidupmu


Baru-baru ini, saya habis merasa kebingungan apakan saya harus menerima tanggung jawab sebagai koor produksi di suatu organisasi. pada awalnya saya yakin, saya tidak akan menerima tanggung jawab tersebut. Namun baru baru ini saya merasa dapat memegang tanggung jawab tersebut. Hal tersebut barulah terjawab ketika kita memahami ayat-ayat Allah, yang kemudian diperkuat dengan teori manusia tentang persepsi.

Dalam Al-Quran terdapat firman Allah yang menerangkan bahwa Tuhan-mu sesuai dengan prasangkamu. Hal tersebut diperkuat dengan keterangan dalam hadis yang melarang hambanya agar jangan ragu2.

Hal tersebut kemudian dapat dijelaskan dengan teori persepsi. Seseorang seringkali berpransangka sesuai dengan backgraundnya, hal tersebutlah yang kemudian yang menyebabkan di dunia ini selalu ada perbedaan. Oleh karena itu persepsi kita segala yang kita tahu di dunia ini akan menetukan apa yang kita tahu, maka akan menentukan hidup kita. Bahkan berkaitan dengan firman Allah diatas jika kita berprasangka pada Tuhan ke arah negatif, maka yang akan tertanam dalam dirinya hal tersebut dan semakin di yakini.

Hal di atas sangat menjelaskan konsep syukur dimana ketika orang mengangap hal-hal kecil sebagai nikmat maka selalu ia akan betambah syukur, dan akumulasi iman akan bertambah dan sebaliknya bagi orang sang sejak awal kuffur

Kategori:Persepsi Tag:,
  1. Februari 27, 2010 pukul 6:26 am

    Tapi bagaimana dengan ‘kepekaan’. Dalam ilmu kejiwaan, seolah dikategorikan sebagai ilusi halusinasi, ntah apa istilahnya atau dituding sebagai prasangka, suuzon. Apakah didalam ilmu kejiwaan, tak terjelaskan keberadaan tentang kepekaan indera? ntah apalah istilahnya. tak diakui sama sekali? Mungkin akan berbeda bila si penyerap ilmu tsb benar2 mengalami sendiri.
    Kepekaan ini bukanlah hal yg diadakan, di hadirkan dalam pikiran sso. lagi2 sy tdk tahu bagaimana cara menjelaskan dg bahasa yg benar.
    Coba kunjungi blog dinda27 bila ada waktu luang, ada beberapa kejadian seperti tsunami, kawanku makhluk tak bernyawa dll di RUANG TERSELUBUNG kiranya dapat disimak.
    Bagaimana mungkin bisa dihadirkan dalam pikiran, bila kejadian itu sendiri tidak ada dalam pikirannya, diluar jangkauan alam pikirnya.
    Bagi yg tidak mengalami, akan mendeskritkan sebagai kufur sirik blahblahblah. Sementara org tsb, tidak tahu menahu bahkan tidak paham dg kehadiran itu semua. Datang dan perginya seperti angin.
    Sayang sekali sy bukan seorang ilmuwan yg pandai meramu kata yg tepat. Bahkan perbendaharaan kata2 sy sangat miskin, semiskin aktivitas sy dalam membaca, atau menyimak penjelasan ilmiah atau ilmu pengetahuan lainnya.
    Mohon maaf kalau komentar ini tidak nyambung sama sekali.
    salam kenal. Sy suka pembahasan tentang kejiwaan. meski sulit menyerap.

  2. Februari 27, 2010 pukul 6:29 am

    setelah sy baca ulang tulisannya, memang ga nyambung dg komentar sy.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: